Minggu, 29 Desember 2013

Kisah Inspirasi: Gendong Aku Sampai Ajalku Tiba (Kirenius).

Kisah Cinta Inspiratif : Gendong Aku Sampai Ajal-ku Tiba




Buat sobat yang sedang online, baik pria maupun Wanita. Mari coba kita baca, renungkan dan resapi tulisan di bawah ini.

Suatu malam ketika aku kembali ke rumah, istriku menghidangkan makan malam untukku. Sambil memegang tangannya aku berkata, "Saya ingin mengatakan sesuatu kepadamu." Istriku lalu duduk di samping sambil menemaniku menikmati makan malam dengan tenang. Tiba-tiba aku tidak tahu harus memulai percakapan dari mana. Kata-kata rasanya berat keluar dari mulutku.

Aku ingin sebuah perceraian di antara kami, karena itu aku beranikan diriku. Nampaknya dia tidak terganggu sama sekali dengan pembicaraanku, dia malah balik bertanya kepadaku dengan tenang, "Mengapa?" Aku menolak menjawabnya, ini membuatnya sungguh marah kepadaku. Malam itu kami tidak saling bertegur sapa. Dia terus menangis dan menangis. Aku tahu bahwa dia ingin tahu alasan di balik keinginanku untuk bercerai.

Dengan sebuah rasa bersalah yang dalam, aku membuat sebuah pernyataan persetujuan untuk bercerai dan dia dapat memiliki rumah kami, mobil, dan 30% dari keuntungan perusahaan kami. Dia sungguh marah dan merobek kertas itu. Wanita yang telah menghabiskan 10 tahun hidupnya bersamaku itu telah menjadi orang yang asing di hatiku. Aku minta maaf kepadanya karena dia telah membuang waktunya 10 tahun bersamaku, untuk semua usaha dan energi yang diberikan kepadaku, tapi aku tidak dapat menarik kembali apa yang telah kukatakan kepada Jane, wanita simpananku, bahwa aku sungguh mencintainya. Istriku menangis lagi. Bagiku tangisannya sekarang tidak berarti apa-apa lagi. Keinginanku untuk bercerai telah bulat.

Hari berikutnya, ketika aku kembali ke rumah sedikit larut, kutemukan dia sedang menulis sesuatu di atas meja di ruang tidur kami. Aku tidak makan malam tapi langsung pergi tidur karena ngantuk yang tak tertahankan akibat rasa capai sesudah seharian bertemu dengan Jane. Ketika terbangun, kulihat dia masih duduk di samping meja itu sambil melanjutkan tulisannya. Aku tidak menghiraukannya dan kembali meneruskan tidurku.

Pagi harinya, dia menyerahkan syarat-syarat perceraian yang telah ditulisnya sejak semalam kepadaku. Dia tidak menginginkan sesuatupun dariku, tetapi hanya membutuhkan waktu sebulan sebelum perceraian. Dia memintaku dalam sebulan itu, kami berdua harus berjuang untuk hidup normal layaknya suami istri. Alasannya sangat sederhana. Putra kami akan menjalani ujian dalam bulan itu sehingga dia tidak ingin mengganggunya dengan rencana perceraian kami. Selain itu, dia juga meminta agar aku harus menggendongnya sambil mengenang kembali saat pesta pernikahan kami. Dia memintaku untuk menggendongnya selama sebulan itu dari kamar tidur sampai muka depan pintu setiap pagi.

Aku pikir dia sudah gila. Akan tetapi, biarlah kucoba untuk membuat hari-hari terakhir kami menjadi indah demi perceraian yang kuinginkan, aku pun menyetujui syarat-syarat yang dia berikan. Aku menceritakan kepada Jane tentang hal itu. Jane tertawa terbahak-bahak mendengarnya. "Terserah saja apa yang menjadi tuntutannya tapi yang pasti dia akan menghadapi perceraian yang telah kita rencanakan," kata Jane.

Ada rasa kaku saat menggendongnya untuk pertama kali, karena kami memang tak pernah lagi melakukan hubungan suami istri belakangan ini. Putra kami melihatnya dan bertepuk tangan di belakang kami. "Wow, papa sedang menggendong mama." Sambil memelukku dengan erat, istriku berkata, "Jangan beritahukan perceraian ini kepada putra kita." Aku menurunkannya di depan pintu. Dia lalu pergi ke depan rumah untuk menunggu bus yang akan membawanya ke tempat kerjanya, sedangkan aku mengendarai mobil sendirian ke kantorku.

Pada hari kedua, kami berdua melakukannya dengan lebih mudah. Dia merapat melekat erat di dadaku. Aku dapat mencium dan merasakan keharuman tubuhnya. Aku menyadari bahwa aku tidak memperhatikan wanita ini dengan seksama untuk waktu yang agak lama. Aku menyadari bahwa dia tidak muda seperti dulu lagi, ada bintik-bintik kecil di wajahnya, rambutnya pun sudah mulai beruban. Namun entah kenapa, hal itu membuatku mengingat bagaimana pernikahan kami dulu.

Pada hari keempat, ketika aku menggendongnya, aku mulai merasakan kedekatan. Inilah wanita yang telah memberi dan mengorbankan 10 tahun kehidupannya untukku. Pada hari keenam dan ketujuh, aku mulai menyadari bahwa kedekatan kami sebagai suami istri mulai tumbuh kembali di hatiku. Aku tentu tidak mengatakan perasaan ini kepada Jane.

Suatu hari, aku memperhatikan dia sedang memilih pakaian yang hendak dia kenakan. Dia mencoba beberapa darinya tapi tidak menemukan satu pun yang cocok untuknya. Dia sedikit mengeluh, "Semua pakaianku terasa terlalu besar untuk tubuhku sekarang." Aku mulai menyadari bahwa dia semakin kurus dan itulah sebabnya kenapa aku dapat dengan mudah menggendongnya. Aku menyadari bahwa dia telah memendam banyak luka dan kepahitan hidup di hatinya. Aku lalu mengulurkan tanganku dan menyentuh kepalanya.

Tiba-tiba putra kami muncul dan berkata," Papa, sekarang saatnya untuk menggendong dan membawa mama." Bagi putraku, melihatku menggendong dan membawa mamanya menjadi peristiwa yang penting dalam hidupnya. Istriku mendekati putra kami dan memeluk erat tubuhnya penuh keharuan. Aku memalingkan wajahku dari peristiwa yang bisa mempengaruhi dan mengubah keputusanku untuk bercerai.

Aku lalu mengangkatnya dengan kedua tanganku, berjalan dari kamar tidur kami, melalui ruang santai sampai ke pintu depan. Tangannya melingkar erat di leherku dengan lembut dan sangat romantis layaknya suami istri yang harmonis. Aku pun memeluk erat tubuhnya, seperti momen hari pernikahan kami 10 tahun yang lalu. Akan tetapi tubuhnya yang sekarang ringan membuatku sedih.

Pada hari terakhir, aku menggendongnya dengan kedua lenganku. Aku susah bergerak meski cuma selangkah ke depan. Putra kami telah pergi ke sekolah. Aku memeluknya erat sambil berkata, "Aku tidak pernah memperhatikan selama ini hidup pernikahan kita telah kehilangan keintiman satu dengan yang lain."

Aku mengendarai sendiri kendaraan ke kantorku, mampir ke tempat Jane. Melompat keluar dari mobilku tanpa mengunci pintunya. Begitu cepatnya karena aku takut jangan sampai ada sesuatu yang membuatku mengubah pikiranku. Aku naik ke lantai atas. Jane membuka pintu dan aku langsung berkata padanya. "Maaf Jane, aku tidak ingin menceraikan istriku."

Jane memandangku penuh tanda tanya bercampur keheranan dan kemudian menyentuh dahiku dengan jarinya. Aku mengelak dan berkata, "Maaf Jane, aku tidak akan bercerai. Hidup perkawinanku terasa membosankan karena dia dan aku tidak memaknai setiap momen kehidupan kami, bukan karena kami tidak saling mencintai satu sama lain. Sekarang aku menyadari sejak aku menggendongnya sebagai syaratnya itu, aku ingin terus menggendongnya sampai hari kematian kami."

Jane sangat kaget mendengar jawabanku. Dia menamparku dan kemudian membanting pintu dengan keras. Aku tidak menghiraukannya. Aku menuruni tangga dan mengendarai mobilku pergi menjauhinya. Aku singgah di sebuah toko bunga di sepanjang jalan itu, aku memesan bunga untuk istriku. Gadis penjual bunga bertanya apa yang harus kutulis di kartunya. Aku tersenyum dan menulis, "Aku akan menggendongmu setiap pagi sampai kematian menjemput."

Petang hari ketika aku tiba di rumah, dengan bunga di tanganku, sebuah senyum menghias wajahku. Aku berlari hanya untuk bertemu dengan istriku dan menyerahkan bunga itu sambil merangkulnya untuk memulai sesuatu yang baru dalam perkawinan kami. Tapi apa yang kutemukan? Istriku telah meninggal di atas tempat tidur yang telah kami tempati bersama 10 tahun pernikahan kami.

Aku baru tahu kalau istriku selama ini berjuang melawan kanker ganas yang telah menyerangnya berbulan-bulan tanpa pengetahuanku karena kesibukanku menjalin hubungan asmara dengan Jane. Istriku tahu bahwa dia akan meninggal dalam waktu yang relatif singkat. Meskipun begitu, dia ingin menyelamatkanku dari pandangan negatif yang mungkin lahir dari putra kami karena aku menginginkan perceraian, karena reaksi kebodohanku sebagai seorang suami dan ayah, untuk menceraikan wanita yang telah berkorban selama sepuluh tahun yang mempertahankan pernikahan kami dan demi putra kami.

Betapa berharganya sebuah pernikahan saat kita bisa melihat atau mengingat apa yang membuatnya berharga. Ingat ketika dulu perjuangan yang harus dilakukan, ingat tentang kejadian-kejadian yang telah terjadi di antara kalian, ingat juga tentang janji pernikahan yang telah dikatakan. Semuanya itu harusnya hanya berakhir saat maut memisahkan.

Sekecil apapun dari peristiwa atau hal dalam hidup sangat mempengaruhi hubungan kita. Itu bukan tergantung pada uang di bank, mobil atau kekayaan apapun namanya. Semuanya ini bisa menciptakan peluang untuk menggapai kebahagiaan tapi sangat pasti bahwa mereka tidak bisa memberikan kebahagiaan itu dari diri mereka sendiri. Suami-istrilah yang harus saling memberi demi kebahagiaan itu.

Karena itu, selalu dan selamanya jadilah teman bagi pasanganmu dan buatlah hal-hal yang kecil untuknya yang dapat membangun dan memperkuat hubungan dan keakraban di dalam hidup perkawinanmu. Milikilah sebuah perkawinan yang bahagia. Kamu pasti bisa mendapatkannya.


Kisah Inspirasi Atlet dan Ayahnya

Enam puluh lima ribu pasang mata hadir di stadion itu. Semua hendak menyaksikan event atletik besar di ajang olahraga terbesar seplanet bumi.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMRmssasBvUK6F7DSYlns0h6xHdbrJqw2D6uJjCVNw_FOYmNKgdfk9G4mLGZ4l0QfIIINPZzimABUIeSfSPSZHyUrFQkC2ueYwNap2i2FyZ1wj6vBvze-MZ8D2GjmZu_M3TUWrQI6VX4M/s320/REDMOND.JPG

Nama lelaki itu Derek Redmond, seorang atlet pelari olimpiade asal Inggris. Impian terbesarnya ialah mendapatkan sebuah medali olimpiade, -apapun medalinya-. Derek sebenarnya sudah ikut di ajang olimpiade sebelumnya, tahun 1988 di Korea. Namun sayang beberapa saat sebelum bertanding, ia cedera sehingga tak bisa ikut berlomba. Mau tak mau, olimpiade ini, adalah kesempatan terbaiknya untuk mewujudkan mimpinya. Ini adalah hari pembuktiannya, untuk mendapatkan medali di nomor lari 400 meter. Karena ia dan ayahnya sudah berlatih sangat keras untuk ini.

Suara pistol menanda dimulainya perlombaan. Latihan keras yang dijalani Derek Redmond, membuatnya segera unggul melampaui lawan-lawannya. Dengan cepat ia sudah memimpin hingga meter ke 225. Berarti kurang 175 meter lagi. Ya, kurang sebentar lagi ia kan mendapatkan medali yang diimpikannya selama ini.
Namun tak ada yang menyangka ketika justru di performa puncaknya, ketika ia sedang memimpin perlombaan tersembut, tiba-tiba ia didera cedera. Secara tiba-tiba di meter ke 225 tersebut, timbul rasa sakit luar biasa di kaki kanannya. Saking sakitnya, seolah kaki tersebut telah ditembak sebuah peluru. Dan seperti orang yang ditembak kakinya, Derek Redmond pun menjadi pincang. Yang ia lakukan hanya melompat-lompat kecil bertumpu pada kaki kirinya, melambat, lalu rebah di tanah. Sakit di kakinya telah menjatuhkannya.

Derek sadar, impiannya memperoleh medali di Olimpiade ini pupus sudah.
Melihat anaknya dalam masalah, Ayahnya yang berada di atas tribun, tanpa berpikir panjang ia segera berlari ke bawah tribun. Tak peduli ia menabrak dan menginjak sekian banyak orang. Baginya yang terpenting adalah ia harus segera menolong anaknya.

Di tanah, Derek Redmond menyadari bahwa impiannya memenangkan olimpiade pupus sudah. Ini sudah kedua kalinya ia berlomba lari di Olimpiade, dan semuanya gagal karena cidera kakinya. Namun jiwanya bukan jiwa yang mudah menyerah.  Ketika tim medis mendatanginya dengan membawa tandu, ia berkata, “Aku tak akan naik tandu itu, bagaimanapun juga aku harus menyelesaikan perlombaan ini”, katanya.

Maka Derek pun dengan perlahan mengangkat kakinya sendiri. Dengan sangat perlahan pula, sambil menahan rasa sakit dikakinya, ia berjalan tertatih dengan sangat lambat. Tim medis mengira bahwa Derek ingin berjalan sendiri ke tepi lapangan, namun mereka salah. Derek ingin menuju ke garis finish.

Di saat yang sama pula Jim, Ayah Derek sudah sampai di tribun bawah. Ia segera melompati pagar lalu berlari melewati para penjaga menuju Anaknya yang berjalan menyelesaikan perlombaan dengan tertatih kesakitan. Kepada para penjaga ia hanya berkata, “Itu anakku, dan aku akan menolongnya!”

Akhirnya, kurang 120 meter dari garis finish, sang Ayah pun sampai juga di Derek yang menolak menyerah. Derek masih berjalan pincang tertatih dengan sangat yakin. Sang Ayah pun merangkul dan memapah Derek. Ia kalungkan lengan anaknya tersebut ke bahunya.

“Aku disini Nak”, katanya lembut sambil memeluk Anaknya, “dan kita akan menyelesaikan perlombaan ini bersama-sama.

Ayah dan anak tersebut, dengan saling berangkulan, akhirnya sampai di garis finish. Beberapa langkah dari garis finish, Sang Ayah, Jim, melepaskan rangkulannya dari anaknya agar Derek dapat melewati garis finish tersebut seorang diri. Lalu kemudian, barulah ia merangkul anaknya lagi.

Enam puluh lima ribu pasang mata menyaksikan mereka, menyemangati mereka, bersorak bertepuktangan, dan sebagian menangis. Scene Ayah dan anak itu kini seolah lebih penting daripada siapa pemenang lomba lari.

Derek Redmond tak mendapat medali, bahkan ia didiskualifikasi dari perlombaan. Namun lihatlah komentar Ayahnya.

“Aku adalah ayah yang paling bangga sedunia!, Aku lebih bangga kepadanya sekarang daripada jika ia mendapatkan medali emas.”

Dua tahun paska perlombaan lari tersebut, dokter bedah mengatakan kepada Derek bahwa Derek tak akan lagi dapat mewakili negaranya dalam perlombaan olahraga.

Namun tahukah kalian apa yang terjadi?

Lagi-lagi, dengan dorongan dari  Ayahnya, Derek pun akhirnya mengalihkan perhatiannya. Dia pun menekuni dunia basket, dan akhirnya menjadi bagian dari timnas basket Inggris Raya. Dikiriminya foto dirinya bersama tim basket ke dokter yang dulu  memvonisnya takkan mewakili negara dalam perlombaan olahraga.

Jika kasih ibu, adalah melindungi kita dari kelamnya dunia, maka kasih sayang seorang Ayah adalah mendorong kita untuk menguasai dunia itu. Seorang Ayah akan senantiasa mendukung, memotivasi, men-support, dan membersamai kita dalam kondisi apapun. Ayah pulalah yang akan meneriakkan kita untuk bangkit, lalu memapah kita hingga ke garis finish. Karena mereka tak ingin kita menyerah pada keadaan, sebagaimana yang ia contohkan.

Dipost : Kirenius, S.PdK.
Email: 081228278005 atau 085781999709



Kisah Inspirasi


Kisah Cinta Inspiratif : Gendong Aku Sampai Ajal-ku Tiba



Buat sobat yang sedang online, baik pria maupun Wanita. Mari coba kita baca, renungkan dan resapi tulisan di bawah ini.

Suatu malam ketika aku kembali ke rumah, istriku menghidangkan makan malam untukku. Sambil memegang tangannya aku berkata, "Saya ingin mengatakan sesuatu kepadamu." Istriku lalu duduk di samping sambil menemaniku menikmati makan malam dengan tenang. Tiba-tiba aku tidak tahu harus memulai percakapan dari mana. Kata-kata rasanya berat keluar dari mulutku.

Aku ingin sebuah perceraian di antara kami, karena itu aku beranikan diriku. Nampaknya dia tidak terganggu sama sekali dengan pembicaraanku, dia malah balik bertanya kepadaku dengan tenang, "Mengapa?" Aku menolak menjawabnya, ini membuatnya sungguh marah kepadaku. Malam itu kami tidak saling bertegur sapa. Dia terus menangis dan menangis. Aku tahu bahwa dia ingin tahu alasan di balik keinginanku untuk bercerai.

Dengan sebuah rasa bersalah yang dalam, aku membuat sebuah pernyataan persetujuan untuk bercerai dan dia dapat memiliki rumah kami, mobil, dan 30% dari keuntungan perusahaan kami. Dia sungguh marah dan merobek kertas itu. Wanita yang telah menghabiskan 10 tahun hidupnya bersamaku itu telah menjadi orang yang asing di hatiku. Aku minta maaf kepadanya karena dia telah membuang waktunya 10 tahun bersamaku, untuk semua usaha dan energi yang diberikan kepadaku, tapi aku tidak dapat menarik kembali apa yang telah kukatakan kepada Jane, wanita simpananku, bahwa aku sungguh mencintainya. Istriku menangis lagi. Bagiku tangisannya sekarang tidak berarti apa-apa lagi. Keinginanku untuk bercerai telah bulat.

Hari berikutnya, ketika aku kembali ke rumah sedikit larut, kutemukan dia sedang menulis sesuatu di atas meja di ruang tidur kami. Aku tidak makan malam tapi langsung pergi tidur karena ngantuk yang tak tertahankan akibat rasa capai sesudah seharian bertemu dengan Jane. Ketika terbangun, kulihat dia masih duduk di samping meja itu sambil melanjutkan tulisannya. Aku tidak menghiraukannya dan kembali meneruskan tidurku.

Pagi harinya, dia menyerahkan syarat-syarat perceraian yang telah ditulisnya sejak semalam kepadaku. Dia tidak menginginkan sesuatupun dariku, tetapi hanya membutuhkan waktu sebulan sebelum perceraian. Dia memintaku dalam sebulan itu, kami berdua harus berjuang untuk hidup normal layaknya suami istri. Alasannya sangat sederhana. Putra kami akan menjalani ujian dalam bulan itu sehingga dia tidak ingin mengganggunya dengan rencana perceraian kami. Selain itu, dia juga meminta agar aku harus menggendongnya sambil mengenang kembali saat pesta pernikahan kami. Dia memintaku untuk menggendongnya selama sebulan itu dari kamar tidur sampai muka depan pintu setiap pagi.

Aku pikir dia sudah gila. Akan tetapi, biarlah kucoba untuk membuat hari-hari terakhir kami menjadi indah demi perceraian yang kuinginkan, aku pun menyetujui syarat-syarat yang dia berikan. Aku menceritakan kepada Jane tentang hal itu. Jane tertawa terbahak-bahak mendengarnya. "Terserah saja apa yang menjadi tuntutannya tapi yang pasti dia akan menghadapi perceraian yang telah kita rencanakan," kata Jane.

Ada rasa kaku saat menggendongnya untuk pertama kali, karena kami memang tak pernah lagi melakukan hubungan suami istri belakangan ini. Putra kami melihatnya dan bertepuk tangan di belakang kami. "Wow, papa sedang menggendong mama." Sambil memelukku dengan erat, istriku berkata, "Jangan beritahukan perceraian ini kepada putra kita." Aku menurunkannya di depan pintu. Dia lalu pergi ke depan rumah untuk menunggu bus yang akan membawanya ke tempat kerjanya, sedangkan aku mengendarai mobil sendirian ke kantorku.

Pada hari kedua, kami berdua melakukannya dengan lebih mudah. Dia merapat melekat erat di dadaku. Aku dapat mencium dan merasakan keharuman tubuhnya. Aku menyadari bahwa aku tidak memperhatikan wanita ini dengan seksama untuk waktu yang agak lama. Aku menyadari bahwa dia tidak muda seperti dulu lagi, ada bintik-bintik kecil di wajahnya, rambutnya pun sudah mulai beruban. Namun entah kenapa, hal itu membuatku mengingat bagaimana pernikahan kami dulu.

Pada hari keempat, ketika aku menggendongnya, aku mulai merasakan kedekatan. Inilah wanita yang telah memberi dan mengorbankan 10 tahun kehidupannya untukku. Pada hari keenam dan ketujuh, aku mulai menyadari bahwa kedekatan kami sebagai suami istri mulai tumbuh kembali di hatiku. Aku tentu tidak mengatakan perasaan ini kepada Jane.

Suatu hari, aku memperhatikan dia sedang memilih pakaian yang hendak dia kenakan. Dia mencoba beberapa darinya tapi tidak menemukan satu pun yang cocok untuknya. Dia sedikit mengeluh, "Semua pakaianku terasa terlalu besar untuk tubuhku sekarang." Aku mulai menyadari bahwa dia semakin kurus dan itulah sebabnya kenapa aku dapat dengan mudah menggendongnya. Aku menyadari bahwa dia telah memendam banyak luka dan kepahitan hidup di hatinya. Aku lalu mengulurkan tanganku dan menyentuh kepalanya.

Tiba-tiba putra kami muncul dan berkata," Papa, sekarang saatnya untuk menggendong dan membawa mama." Bagi putraku, melihatku menggendong dan membawa mamanya menjadi peristiwa yang penting dalam hidupnya. Istriku mendekati putra kami dan memeluk erat tubuhnya penuh keharuan. Aku memalingkan wajahku dari peristiwa yang bisa mempengaruhi dan mengubah keputusanku untuk bercerai.

Aku lalu mengangkatnya dengan kedua tanganku, berjalan dari kamar tidur kami, melalui ruang santai sampai ke pintu depan. Tangannya melingkar erat di leherku dengan lembut dan sangat romantis layaknya suami istri yang harmonis. Aku pun memeluk erat tubuhnya, seperti momen hari pernikahan kami 10 tahun yang lalu. Akan tetapi tubuhnya yang sekarang ringan membuatku sedih.

Pada hari terakhir, aku menggendongnya dengan kedua lenganku. Aku susah bergerak meski cuma selangkah ke depan. Putra kami telah pergi ke sekolah. Aku memeluknya erat sambil berkata, "Aku tidak pernah memperhatikan selama ini hidup pernikahan kita telah kehilangan keintiman satu dengan yang lain."

Aku mengendarai sendiri kendaraan ke kantorku, mampir ke tempat Jane. Melompat keluar dari mobilku tanpa mengunci pintunya. Begitu cepatnya karena aku takut jangan sampai ada sesuatu yang membuatku mengubah pikiranku. Aku naik ke lantai atas. Jane membuka pintu dan aku langsung berkata padanya. "Maaf Jane, aku tidak ingin menceraikan istriku."

Jane memandangku penuh tanda tanya bercampur keheranan dan kemudian menyentuh dahiku dengan jarinya. Aku mengelak dan berkata, "Maaf Jane, aku tidak akan bercerai. Hidup perkawinanku terasa membosankan karena dia dan aku tidak memaknai setiap momen kehidupan kami, bukan karena kami tidak saling mencintai satu sama lain. Sekarang aku menyadari sejak aku menggendongnya sebagai syaratnya itu, aku ingin terus menggendongnya sampai hari kematian kami."

Jane sangat kaget mendengar jawabanku. Dia menamparku dan kemudian membanting pintu dengan keras. Aku tidak menghiraukannya. Aku menuruni tangga dan mengendarai mobilku pergi menjauhinya. Aku singgah di sebuah toko bunga di sepanjang jalan itu, aku memesan bunga untuk istriku. Gadis penjual bunga bertanya apa yang harus kutulis di kartunya. Aku tersenyum dan menulis, "Aku akan menggendongmu setiap pagi sampai kematian menjemput."

Petang hari ketika aku tiba di rumah, dengan bunga di tanganku, sebuah senyum menghias wajahku. Aku berlari hanya untuk bertemu dengan istriku dan menyerahkan bunga itu sambil merangkulnya untuk memulai sesuatu yang baru dalam perkawinan kami. Tapi apa yang kutemukan? Istriku telah meninggal di atas tempat tidur yang telah kami tempati bersama 10 tahun pernikahan kami.

Aku baru tahu kalau istriku selama ini berjuang melawan kanker ganas yang telah menyerangnya berbulan-bulan tanpa pengetahuanku karena kesibukanku menjalin hubungan asmara dengan Jane. Istriku tahu bahwa dia akan meninggal dalam waktu yang relatif singkat. Meskipun begitu, dia ingin menyelamatkanku dari pandangan negatif yang mungkin lahir dari putra kami karena aku menginginkan perceraian, karena reaksi kebodohanku sebagai seorang suami dan ayah, untuk menceraikan wanita yang telah berkorban selama sepuluh tahun yang mempertahankan pernikahan kami dan demi putra kami.

Betapa berharganya sebuah pernikahan saat kita bisa melihat atau mengingat apa yang membuatnya berharga. Ingat ketika dulu perjuangan yang harus dilakukan, ingat tentang kejadian-kejadian yang telah terjadi di antara kalian, ingat juga tentang janji pernikahan yang telah dikatakan. Semuanya itu harusnya hanya berakhir saat maut memisahkan.

Sekecil apapun dari peristiwa atau hal dalam hidup sangat mempengaruhi hubungan kita. Itu bukan tergantung pada uang di bank, mobil atau kekayaan apapun namanya. Semuanya ini bisa menciptakan peluang untuk menggapai kebahagiaan tapi sangat pasti bahwa mereka tidak bisa memberikan kebahagiaan itu dari diri mereka sendiri. Suami-istrilah yang harus saling memberi demi kebahagiaan itu.

Karena itu, selalu dan selamanya jadilah teman bagi pasanganmu dan buatlah hal-hal yang kecil untuknya yang dapat membangun dan memperkuat hubungan dan keakraban di dalam hidup perkawinanmu. Milikilah sebuah perkawinan yang bahagia. Kamu pasti bisa mendapatkannya.

Dipost oleh: Kirenius, S.PdK.
Email : kirenius0909@gmail.com
Hp: 081228278005 atau 085781999709

GKII-TP


RENUNGAN RICK WARREN

 Melenyapkan Iri Dari Hatimu
Kehidupan Yang Dimaksudkan Untuk Dilalui - Bagian 2
Rick Warren
29 Agustus 2013 
"Dulu, bahkan sebelum Dia menciptakan dunia, Allah mengasihi kita dan memilih kita di dalam Kristus untuk menjadi kudus dan tanpa kesalahan di mata-Nya. Rencana-Nya yang tidak berubah selalu untuk mengadopsi kita ke dalam keluarga-Nya sendiri dengan membawa kita kepada diri-Nya melalui Yesus Kristus. "Efesus 1:4-5 (NLT)
"Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya untuk kita lakukan."Efesus 2:10
                                                                                                                                                        "Jangan mengingini!" Keluaran 20:17
    • Hambatan No. 1untuk memenuhi Tujuan Hidup Yang Ditentukan Allah untukku adalah Iri, Cemburu, Mengingini. Iblis menggunakan sifat manusia (setelah jatuh) ini untuk menjatuhkan manusia ke dalam dosa. 
    • Iri, cemburu, mengingini = Envy, Jelous, Covet  
                                                                                        BAGAIMANA IRI MENYEBABKAN AKU KEHILANGAN TUJUAN HIDUPKU
1. Iri mengingkari Keunikanku 
        "Tuhan, Engkau merajut aku dalam kandungan ibuku ... Pengerjaan-Mu luar biasa ... Engkau menjagaku saat aku dibentuk dalam kegelapan rahim.  Setiap hari dalam kehidupkanku tercatat dalam buku-Mu. Setiap saat  telah direncanakan sebelum satu hari telah berlalu" Mazmur 139:13-16 (NLT).
      • Iri adalah keinginan untuk menjadi seperti karakter atau rupa orang lain, atau memiliki benda-benda seperti yang dimilik orang lain
      • Manusia diciptakan unik - tidak ada duanya - dengan Tujuan Hidup (Purpose of Life) yang unik. Memiliki keinginan menjadi orang lain atau memiliki harta orang lain berarti menghina Sang- Pencipta.
"Siapa kamu, seorang manusia belaka, mengkritik Tuhan? Haruskah hal yang telah dibuat berkata kepada orang yang berhasil 'Mengapa engkau membuat aku seperti ini?' " Roma 9:20 (NLT)
2. Iri Memecah Perhatianku
"Tidak ada yang dapat melayani dua tuan. Entah ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang satu dan membenci yang lain. Kamu tidak dapat melayani Tuhan dan Uang" Matius 6:24.

"Siapa pun yang membiarkan dirinya terganggu dari pekerjaan yang Aku rencanakan untuk dia tidak cocok bagi Kerajaan Allah."Lukas 9:62 (LB)
3. Iri Membuang Waktu dan Energiku
Aku telah belajar mengapa orang bekerja begitu keras untuk sukses; itu karena mereka iri terhadap apa yang tetangga mereka miliki. Tapi ini adalah kebodohan, seperti mengejar angin …Ada seseorang yang tinggal sendiri. Dia tidak memiliki anak atau saudaranya, namun ia selalu bekerja, tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya. Namun dia tidak pernah bertanya, 'Untuk siapa aku bekerja begitu keras ...? "Ini tidak ada gunanya juga, dan cara yang menyedihkan untuk hidup." Eccles. 4:4 +8 (TEV)
4. Iri Menuntunku Melakukan Dosa-dosa Lain
"Karena dimana ada dengki dan perselisihan juga akan ada kebingungan (kekacauan, ketidakharmonisan) dan dari segala jenis kejahatan."
Yakobus 3:16 (Amp)


                                                                                   BAGAIMANA MENGUSIR IRI

                                                                                                       
 Kisah Yesus Tentang Pekerja Kebun Anggur (Matius 20)
1. Jangan Pernah Membandingkan Diri Dengan Orang Lain 
"Mereka yang diperkejakan terakhir datang dan masing-masing diberi satu dolar. Ketika mereka yang dipekerjakan pertama kali melihat itu, mereka menganggap mereka akan mendapatkan jauh lebih banyak" Mat. 20:9-10a (Mes).

"Biarkan semua orang dipastikan melakukan yang terbaiknya, untuk kemudian ia akan memiliki kepuasan pribadi dari pekerjaan yang dilakukannya dengan baik, dan tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain" Gal. 6:4 (LB)
2. Rayakan Kebaikan Allah Untuk Orang Lain 
"Para pekerja yang telah disewa pertama kali berpikir mereka akan diberi lebih dari yang lain. Tapi ketika mereka diberi sama, mereka mulai mengeluh kepada pemilik kebun anggur itu ... Pemilik kebun mengatakan 'Kamu iri karena aku murah hati kepada mereka?" Mat. 20:10-11, 15b (CEV / NIV).

"Kasih tidak iri." 1 Kor. 13:4
 
Turutlah Bahagia atas kesuksesan atau keberuntungan orang lain.
3. Berterimakasihlah Atas Siapa Aku dan Apa Yang Kumiliki 
"Bukankah semua yang kamu miliki dan semua tentang kamu adalah karunia dari Allah semata-mata? Jadi apa gunanya semua ini membandingkan dan bersaing? Kamu sudah memiliki semua yang kamu butuhkan! " 1 Kor. 4:7b-8a (Mes)

"Lebih baik puas dengan apa yang kamu miliki daripada menjadi selalu ingin sesuatu yang lain." Pengk. 6:9 (GN)

Kebahagiaan adalah suatu pilihan. Aku sudah memiliki apa yang pantas aku miliki. 
4. Percayai Allah Ketika Hidup Kelihatannya Tidak Adil 
"'Para pekerja terakhir hanya bekerja unutuk satu jam yang mudah, namun kamu  telah membuat mereka sama dengan kami - kami yang bekerja keras sepanjang hari di bawah terik matahari!" Mat. 20:12 (Mes).

Pemilik: "Teman, aku tidak adil! Aku membayar dengan tepat apa yang kita sepakati. Ambil bagianmu dan pergi! Apa sih urusanmu jika aku ingin membayar orang lain sama dengan yang aku bayar kamu? Bukankah aku mempunyai hak untuk melakukan apa yang aku inginkan dengan uangku sendiri? '"Mat. 20:13-15a

"Mari kita berlomba dengan tekun dalam perlombaan tertentu yang Allah telah tetapkan untuk kita" Ibr. 12:1 (LB).

                                                                                                               
 SUATU HARI: ATAS PEMULIHAN BESAR
"'Dan demikianlah, bahwa banyak yang pertama sekarang akan menjadi yang terakhir kemudian; Dan mereka yang terakhir sekarang akan menjadi yang pertama kemudian" Mat. 20:16 (NLT).
 ==================================================================================================
Iri Hati Akan Membuatmu Sengsara
oleh Rick Warren  17Apr2012
"Kasih tidak iri hati, tidak sombong, tidak memegahkan diri ..." (1 Korintus 13:4b HCSB)

Apakah kamu pernah bermain "Raja Bukitl"? Kamu tahu permainannya: Hanya ada tempat bagi satu orang di puncak, dan ketika kamu berada disana, kamu adalah Raja Bukit! Kita iri terhadap orang berada di puncak, dan, ketika akhirnya giliran kita sampai di sana, kita ingin membuat orang lain iri atas posisi kita!

Sebagai orang dewasa, kita masih memainkan permainan itu - hanya saja
 kita lakukan lebih halus. "Hei Lihat aku! Perhatikan jenis mobilku!Perhatikan perhiasanku! Anak-anakku lebih pintar! Perhatikan warna kartu kreditku!"
Tapi sebenarnya, iri hati dapat membuat kamu sengsara. Iri biasanya merupakan ekspresi dari rasa tidak aman. Ketika kita merasa rendah diri, kita menjadi iri.
Ketika aku di kelas lima, aku mendapat sepeda baru sebagai hadiah Natal. Sepeda dengan setang lebar besar dan kursipisang. Aku pikir aku sudah keren. Aku begitu bangga dengan sepeda itu sampai aku pergi ke rumah temanku dan menemukan bahwa dia mempunyai sepeda yang lebih keren. Sukacitaku langsung anjlok. Aku cemburu ketika aku bandingkan apa yang aku miliki dengan apa yang dimilikinya.

Ketika aku
 melihat kembali kejadian itu sekarang, aku menyadari masalah yang sebenarnya adalah aku yang rendah harga diri. Ketika kita memiliki harga diri yang rendah, kita akan selalu merasa terancam oleh orang yang berpakain lebih indah dan lebih baik serta mereka yang memiliki status pendidikan yang lebih, dan karisma yang lebih - atau sepeda yang lebih baik!
Tidak ada yang kebal terhadap iri hati, dan kamu mungkin tahu dari pengalaman bahwa iri membuat kamu sengsara. Iri adalah untuk jiwamu seperti kanker untuk tubuhmu. Iri akan memakanmu hidup-hidup jika kamu tidak hati-hati.
Iri bisa menyebabkan kita menjadi terobsesi dengan mengubah keadaan kita. Kita pikir jawabannya adalah lebih banyak uang, sehingga kita semakin bernafsu membuat lebih banyak uang. Masalahnya adalah bahwa setelah kamu sampai ke tingkat itu, masih ada tingkat berikutnya.Jika kamu dimotivasi oleh iri hati, kamu akan terbakar, karena selalu ada tingkat berikutnya.
Karena iri hati adalah dosa tersembunyi, kita cenderung berpikir itu tidak seburuk yang terbuka. Tapi iri hati merusak!

Iri merendahkan orang lain.
 Iri bisa menghancurkan hubungan. Hal itu menyebabkan kamu kehilangan berbagi dalam kegembiraan yang besar, seperti pernikahan, kelahiran, atau promosi. Bukannya iri, malah Tuhan ingin kita bahagia ketika Dia memberkati orang lain! Bila kamubelajar menikmati kesuksesan orang lain, kamu akan mengalami sukacita lebih banyak.
Diskusikan hal ini
Pengalaman-pengalaman gembira apa yang Allah sediakan bagi kamu tetapi kamu tidak hargai karena iri hatimu?
Apa yang kamu syukuri dari Allah hari ini atas apa yang kamu miliki?
 ================================================================================================
Jangan Membandingkan Dirimu Dengan Orang Lain 
oleh Rick Warren   18Apr2012 
 
 
"Biarlah semua orang memastikan untuk melakukan yang terbaiknya, untuk kemudian ia akan memiliki kepuasan pribadi dari pekerjaan yang dilakukan dengan baik dan tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain." (Galatia 6:4 LB)

Sejujurnya, Kamu
 tidak bisa bahagia dan iri sekaligus. Bahkan, salah satu rahasia terbesar dari memiliki kebahagiaan dalam hidupmuadalah belajar bagaimana untuk menghilangkan iri.
Hanya mengakui bahwa kamu berjuang melawan iri bisa menyakitkan, tetapi itu adalah langkah pertama menuju perubahan nilai dan kehidupan rohani yang lebih matang. 
Allah mengatakan bahwa cara kamu mengubah iri hati adalah dengan mengubah perspektifmu. Meskipun kamu mungkin tidak dapat benar-benar mengubah perasaan yang menyebabkan iri, kamu dapat mengubah caramu melihat sesuatu, yang akan menghilangkan rasa iri dari kehidupanmu. 
Untuk mengubah perspektifmu, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah berhenti membandingkan dirimu dengan orang lain.Alkitab mengatakan kepuasan berasal dari melakukan yang terbaik, tidak membandingkan diri dengan orang lain: "Biarlah semua orang memastikan untuk melakukan yang terbaiknya, untuk kemudian ia akan memiliki kepuasan pribadi dari pekerjaan yang dilakukan dengan baik dan tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain." (Galatia 6:4 LB).

Lakukanlah sendiri uji iri. Apakah kamu membandingkan kehidupanmu, rumahmu, suamimu, anak-anakmu - bahkan rumputmu - dengan milikorang lain? Ujian ini dapat mengungkapkan beberapa kejutan dan menunjukkan bahwa ada hal yang lebih penting untuk kamu lakukan daripada membandingkan dirimu atau apa yang kamu miliki dengan orang lain. 
Ketika kamu berusaha untuk menjadi orang yang Tuhan ciptakan, kamu akan menemukan arti sebenarnya, tujuan, pemenuhan, dan kepuasan. Kamu tidak bisa fokus pada tujuanmu sambil melihat orang lain. 
Diskusikan hal ini
Apa kamu terkejut dengan hasil uji iri yang kamu lakukan sendiri?
Bagaimana perspektifmu perlu berubah sehingga kamu tidak merasa iri terhadap orang lain? 
=================================================================================================

Ketika Kamu Iri Terhadap Orang Lain, Kamu Mengingkari Keunikanmu
oleh Rick Warren  19Apr2012
      "Tuhan, Engkau merajut aku dalam kandungan ibuku ... Pengerjaan-Mu luar biasa ... Engkau menjagaku saat aku dibentuk dalam kegelapan rahim.  Setiap hari dalam kehidupkanku tercatat dalam buku-Mu. Setiap saat  telah direncanakan sebelum satu hari telah berlalu" Mazmur 139:13-16 (NLT)".

Allah memberikan kehidupan yang sesuai hanya untuk kamu, dan itu berarti kamu tidak perlu meniru gaya hidup orang lain!Jika kamu berfokus pada rencana Allah bagi hidupmu dan menyenangkan-Nya, kamu tidak akan direpotkan dengan iri.
Alkitab mengatakan solusinya adalah dengan melihat dirimu sama seperi Allah melihatnya. Mazmur 139:13 mengatakan, "Engkau merajut aku dalam kandungan ibuku" (NLT). Kamu unik dan berbeda, dan tidak ada seorang pun seperti kamu di dunia, jadi mengapa membandingkan diri dengan orang lain?
Membuat perubahan positif dalam hidup dan membantu orang lain selalu baik, tetapi ketika kamu berusaha untuk menjadi orang yang Allah rancang kamu diciptakan, disaat itulah kamu akan menemukan arti sebenarnya, tujuan, pemenuhan, dan kepuasan dalam hidup.

Tentu saja, kamu
 mungkin tinggal di tengah keadaan yang membuat sulit untuk menghargai keunikanmu dan memahami bahwa ini adalah faktor kunci untuk menjauhi iri. Semangatlah! Kalau saja kamu bisa melihat semua yang Allah lakukan untuk kamu dan tahu bagaimana Dia bekerja tanpa lelah untuk mengurus kebutuhanmu. Dia berjanji untuk membawa keluar yang baik dari setiap keadaan, kesalahan, dan tragedi.
Kenalilah keunikanmu. Kamu tidak perlu iri pada siapa pun. Kamu hanya perlu menjadi semua Allah yang dimaksudkan kamu jadinya dari awal.
Ketika aku fokus membuat Allah nomor satu dalam hidupku, mengingat bahwa Dia membuatku unik dan memiliki rencana untuk hidupku, maka kompetisi menjadi tidak relevan. Itu karena aku tidak bersaing dengan orang lain. Aku unik, dan begitu juga kamu.

Diskusikan hal ini
  • Luangkan waktu untuk mengidentifikasi karunia, bakat, dan sifat-sifat yang membuat kamu unik. Apakah kamu bersyukur kepada Allah atas pekerjaan-Nya yang nyata di dalam kamu?
  • Keadaan-keadaan sulit apa yang sedang kamu hadapi sekarang ini? Mintalah Allah untuk membantu kamu percaya pada penyertaan dan rencana-Nya di tengah-tengah keadaanmu. 
========================================================================================================
Bersyukurlah, Bukan Menyesal
oleh Rick Warren  20Apr 2012 
 
"Lebih baik puas dengan apa yang kamu miliki daripada selalu meinginkan sesuatu yang lain." (Pengkhotbah 6:9b GN)

Untuk mengatasi iri hati, kamu dan aku perlu bersukacita dalam apa yang kita miliki. Alih-alih berfokus pada apa yang tidak kamumiliki, kamu patut bersyukur untuk apa yang kamu miliki. "Keinginan-keinginanmu" akan layu dibandingkan ketika kamumenyadari bahwwa apa yang kamu miliki sudah lebih dari cukup.
Terlalu sering kita berpikir, "Aku memiliki ini, tetapi jika aku mendapatkan lebih banyak, aku akan lebih bahagia." Itu tidak benar. Kitadiajarkan untuk menjadi tidak puas, tapi kita seharusnya tidak, jika kita fokus pada hal-hal baik yang sudah kita miliki.
Apakah itu berarti kita tidak akan pernah memiliki waktu sulit menerima keberhasilan orang lain? Tentu saja tidak! Kita semua melakukannya dari waktu ke waktu. Bahkan, naluri manusia kita akan selalu membuat kita bertanya, "Mengapaorang lain mendapatkan promosi sedangkan aku tidak?" atau "Kenapa mereka bisa menikah dan aku masih jomblo?" atau "Mengapa mereka bisa pergi jalan-jalan ke Eropa dan kami harus membayar untuk kawat gigi?"
Biarkan aku menjelaskan ini: Iri bukan berarti tidak memiliki keinginan-keinginan, mimpi-mimpi, atau ambisi-ambisi. Kamu dapat memiliki keinginan-keinginan, mimpi-mimpi, atau ambisi-ambisi tanpa iri terhadap orang lain. Iri adalah ketika kamu membenciorang lain sudah memiliki hal yang kamu harapkan untuk miliki atau orang lain yang telah mencapai hal-hal yang ingin kamucapai. Iri adalah kepercayaan bahwa kamu tidak bisa bahagia sampai kamu mendapatkan hal-hal tertentu.
Iri didasarkan pada mitos: Aku harus memiliki lebih dari yang kamu miliki untuk menjadi bahagia!
Diskusikan hal ini
  • Bersyukurlah atas apa adanya dirimu dan apa yang kamu miliki. Daripada mengeluh, ingatlah bahwa segala sesuatunya adalahhadiah! Bagaimana ayat Kitab Suci berikut mengubah hidupmu? "Bukankah semua yang kamu miliki dan semua tentang kamuadalah karunia dari Allah semata? Jadi apa gunanya semua ini membandingkan dan bersaing? Kamu sudah memiliki semuayang kamu butuhkan!??" (1 Korintus 4:7-8 MSG)
  • Tuliskanlah: "Aku sudah memiliki lebih dari apa yang aku pantas miliki!" Bicarakan tentang makna pernyataan tersebut dengan seorang teman.
  • Iri bertanya, "Kenapa mereka?" Syukur bertanya, "Mengapa aku?" Pertanyaan mana yang kamu cenderung tanyakan?
=======================================================================================================
Fokuskan Kembali Pada Menyenangkan Allah
oleh Rick Warren  21Apr2012
"Tetapkan pikiran-pikiranmu pada hal-hal di atas, bukan pada hal-hal duniawi. Karena kamu sudah mati, dan hidupmu sekarang tersembunyi bersama Kristus dalam Tuhan.." (Kolose 3:2-3 NIV)

Salah satu penangkal penting untuk mengatasi iri hati adalah untuk memfokuskan kembali pada hal-hal yang menyenangkan Allah.Itu berarti bahwa kita melihat hidup dari sudut pandang Allah dan mengakui bahwa semua hal-hal materi adalah sementara; mereka tidak akan bertahan. Sebaliknya, kita dapat kembali fokus pada hal-hal yang penting dan memberikan perhatian pada hal-hal yang akan diperhitungkan dan bertahan untuk selamanya - seperti mencintai, mengenal, dan melayani Allah.
Ketika aku fokus menjadikan Allah nomor satu dalam hidupku, mengingat bahwa Dia membuatku unik dan memiliki rencana untuk hidupku, maka kompetisi menjadi tidak relevan. Itu karena aku tidak bersaing dengan orang lain. Aku unik, dan begitu juga kamu.
Daripada hidup dengan iri hati, kita dapat membuat pilihan untuk tidak membandingkan diri dengan orang lain dan membolehkannyamenghancurkan hidup dan hubungan-hubungan kita. Kita bisa fokus pada apa yang kita miliki dan benar-benar puas. Setiap hari, kita dapat menunjukkan kasih kita kepada orang lain dengan menikmati keberhasilan mereka. Dan yang terpenting, kita dapat kembali fokus pada menyenangkan Allah dengan hidup kita dengan mengakui Dia membuat kita unik dan memiliki rencana khusus untuk kehidupan kita.
Sebenarnya, iri hati adalah berarti sebuah pertempuran dengan Allah. Kamu membenci keputusan-Nya. Kamu menuduh-Nya tidak adil. Ini berarti kamu tidak benar-benar percaya Dia tahu apa yang terbaik untuk kamu.
Mintalah Allah membantu kamu melihat diri kamu sebagai Dia melihat kamu dan menjadi segala yang kamu diciptakan oleh Allah.Melihat sesuatu dari sudut pandang-Nya dan menyadari bahwa hal-hal material tidak akan bertahan, tapi hubungan-hubunganlah yang bertahan. Apabila perspektifmu mulai berubah, kamu akan melihat bahwa adalah benar-benar mungkin untuk memiliki hidup tanpa iri.
Diskusikan hal ini
  • Tuliskanlah peringatan ini: "Allah memiliki alasan mengapa aku tidak memiliki apa yang aku inginkan." Bagaimana kebenaran ini membantu kamu mengatasi iri hati?
  • Salah satu tanda iri hati adalah bahasa yang kamu gunakan: "Ini tidak adil" atau "Mengapa bukan aku?" atau "Aku bekerja keras seperti yang mereka lakukan!" Apakah yang dikatakan frasa-frasa ini tentang apa yang kamu mungkin pikirkan? Apakah frasa-frasa ini bagian dari percakapanmu sehari-hari?
  • Fakta: Iri mengalihkan perhatianmu dari tujuan hidupmu. Lanjutkanlah hidupmu!
=========================================================================================================
Pembalikan Dahsyat: Yang Akhir Akan Menjadi Yang Pertama
oleh Rick Warren, 22Apr2012
"Demikian juga, bahwa banyak yang pertama sekarang akan menjadi yang terakhir; dan mereka yang terakhir sekarang akan menjadi yang pertama". (Matius 20:16 NIV)
Suatu hari akan ada pembalikan dahsyat. Beberapa orang yang iri di Bumi akan berada di belakang garis pada hari penghakiman!

Kita
 telah membicarakan tentang bagaimana dosa iri hati membuat kamu tinggal di luar tujuanmu:
  • Iri menyangkal keunikanmu: "Tuhan, Engkau merajut aku dalam kandungan ibuku .... pengerjaan-Mu luar biasa .... Engkaumenatapku saat aku dibentuk dalam kegelapan rahim. Engkau memeliharaku sebelum aku lahir.. " (Mazmur 139:13-15 NLT)
  • Iri merupakan penghinaan kepada Tuhan: "Siapa kamu, seorang manusia belaka, mengkritik Tuhan? Haruskah yang diciptaberkata kepada sang-pencipta: " Mengapa Engkau membuat aku seperti ini? "(Roma 9:20 NLT)
  • Iri membagi perhatianmu: "Tidak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena kamu akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, kamu akan tunduk pada yang satu dan membenci yang lain. Kamu tidak dapat melayani Allah dan uang bersamaan..." (Matius 6:24 NLT)
  • Iri mengalihkan perhatian kamu dari tujuanmu: "Setiap orang yang membiarkan dirinya terganggu dari pekerjaan yang Aku rencanakan buat dia adalah tidak sesuai bagi Kerajaan Allah." (Lukas 9:62 LB)
  • Iri membuang waktu dan energimu: "Aku telah belajar mengapa orang bekerja begitu keras untuk sukses; itu karena mereka iri terhadap apa yang tetangga mereka miliki. Tetapi ini adalah kebodohan, seperti mengejar angin .... Berikut ini adalah seseorang yang tinggal sendirian. Dia tidak memiliki anak atau saudaranya, namun ia selalu bekerja, tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya. Namun dia tidak pernah bertanya, 'Untuk siapa aku bekerja begitu keras? " Ini adalah sia-sia, dan cara yang hidup menyedihkan". (Pengkhotbah 4:4-8 TEV)
  • Iri mengarahkan ke dosa-dosa lain: "Karena di mana pun ada cemburu (iri hati) dan pertentangan (persaingan dan ambisi egois), juga akan ada kebingungan (kekacauan, ketidakharmonisan, pemberontakan) dan segala macam kejahatan ..." (Yakobus 3:16 AMP)
Berdoalah hari ini:"Bapa, aku mengakui bahwa aku sudah iri dalam hidupku, dan aku meminta Engkau membantuku mengusir iri dari hatiku. Bantulah aku untuk berhenti membandingkan diri dengan orang lain!. Bantulah aku untuk mulai menikmati kebaikan-Mu terhadap orang lain. Bantulah aku menyadari bahwa Engkau tidak kekurangan kasih karunia, masih banyak yang tersedia. Bantulah aku untuk mengingat bahwa aku telah memiliki jauh lebih banyak dari yang pantas aku miliki.
"Aku memohon Engkau untuk memaafkan aku karena tidak bersyukur untuk apa yang aku miliki. Maafkan aku, Tuhan. Ketika hidup terasa tidak adil, ajarkan aku untuk mempercayai-Mu, menyadari bahwa Engkau memiliki maksud yang terbaik buatku di hati. Lebih dari itu semua, bantulah aku untuk tetap fokus pada rencana unik-Mu untuk hidupku. Aku ingin menjadi apa yang Engkauinginkan aku menjadi. Bantulah aku untuk mengingat bahwa hidup adalah tentang hubungan-hubungan, bukan untuk mendapatkan sesuatu. Bantulah aku untuk melayani orang lain dalam kasih bukannya iri terhadap mereka. Yesus, aku berdoa ini didalam nama-Mu".


 --------------------------------------------Kirenius, S.PdK.
Email: kirenius0909@gmail.com
Hp: 081228278005 atau 085781999709 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar